PEKANBARU – Tahapan seleksi penerimaan siswa baru di SMA Negeri Plus Riau tahun 2026 terus bergulir. Setelah melalui Tes Potensi Akademik (TPA), sebanyak 400 peserta dinyatakan lolos dari total 488 peserta yang mengikuti ujian tersebut.
TPA sendiri telah dilaksanakan pada 4 hingga 5 April 2026. Peserta yang berhasil melewati tahap ini kini melanjutkan ke proses berikutnya, yakni tes kesehatan yang mulai digelar sejak 10 April 2026.
Pelaksanaan tes kesehatan dipusatkan di RSUD Arifin Achmad dengan sistem pembagian jadwal menjadi tiga sesi.
Langkah ini dilakukan untuk menghindari kerumunan serta memastikan proses berjalan lebih tertib.
Kepala sekolah, Edi Sutono, menyebutkan bahwa mekanisme ini merupakan perbaikan dari tahun sebelumnya.
“Panitia sejak awal sudah mengatur jadwal dan teknis pelaksanaan agar tidak terjadi penumpukan seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Sebanyak 135 peserta dijadwalkan mengikuti tes pada hari pertama, disusul 135 peserta pada hari kedua, dan 130 peserta pada hari ketiga.
Selain tes kesehatan, para peserta juga harus menjalani tahapan lain secara bergantian, seperti psikotes, tes fisik, kemampuan komunikasi Bahasa Inggris, serta wawancara yang mencakup pengetahuan umum dan pendalaman agama.
Edi menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dirancang agar berjalan objektif dan transparan.
“Seluruh akses internet dimatikan selama ujian berlangsung agar seleksi benar-benar objektif dan bebas dari kecurangan,” tegasnya.
Sebelumnya, proses pendaftaran telah dibuka sejak 2 hingga 25 Maret 2026 oleh Dinas Pendidikan Provinsi Riau melalui sistem daring. Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 1.040 orang.
Mayoritas pendaftar berasal dari Pekanbaru, diikuti oleh beberapa daerah lain di Provinsi Riau, serta sejumlah peserta dari luar provinsi.
Seleksi ini bertujuan menjaring calon siswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga berkarakter, religius, serta memiliki wawasan kebangsaan dan daya saing global.
Peserta yang tidak lolos pada tahap TPA otomatis gugur, sementara peserta yang berhasil akan terus mengikuti seluruh rangkaian seleksi hingga tahap akhir penerimaan siswa baru tahun 2026.












